Viral! Dapur SPPG Sumoli Diduga Sajikan Makanan Basi
SUMOLI – bidikhukumnews.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumali kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Hal ini menyusul beredarnya kabar mengenai kualitas menu yang disajikan kepada para siswa yang dianggap tidak memenuhi standar gizi, bahkan ditemukan dalam kondisi basi, (Sabtu 28/02/2026).
Informasi ini pertama kali mencuat dan menjadi viral di media sosial melalui unggahan akun Facebook atas nama Riri Rizal. Dalam unggahannya, akun tersebut membeberkan sejumlah permasalahan terkait penyajian makanan bagi siswa yang dinilai jauh dari kata layak dan sehat.
Menu Tidak Standar dan Basi
Berdasarkan keluhan yang beredar, makanan yang diserahkan kepada siswa di beberapa sekolah tidak hanya memiliki porsi yang tidak sesuai, tetapi juga terindikasi sudah tidak layak konsumsi. Temuan makanan basi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua murid akan kesehatan anak-anak mereka.
Kasus serupa di berbagai daerah menunjukkan bahwa makanan tidak layak konsumsi, seperti bakso yang berlendir atau nasi dengan kandungan nitrat tinggi, dapat menyebabkan gejala keracunan massal seperti mual, pusing, hingga diare.
Tuntutan Tanggung Jawab Korwil dan ASLLAP
Terkait insiden ini, desakan kuat muncul agar Koordinator Wilayah (Korwil) serta Asisten Lapangan (ASLLAP) bertanggung jawab penuh. Pihak sekolah dan masyarakat meminta adanya evaluasi mendalam terhadap kinerja tim lapangan yang bertugas mengawasi distribusi dan kualitas makanan di Dapur MBG Sumoli.
Menteri Dalam Negeri sebelumnya telah menegaskan bahwa penanganan awal terhadap kasus permasalahan makanan pada program MBG merupakan tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Selain itu.
Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki wewenang untuk menutup sementara satuan pelayanan yang terbukti melanggar standar higienis hingga investigasi selesai dilakukan.
Evaluasi Program MBG yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi nasional. Namun, maraknya temuan makanan basi di berbagai wilayah, termasuk yang diduga terjadi di Sumoli dimana dapur tersebut dikelolah oknum ibu bayangkari, memicu tuntutan evaluasi menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di wilayah Sumali diharapkan segera memberikan klarifikasi dan langkah konkret guna memastikan keamanan pangan bagi para siswa agar kejadian.
Reporter: Kabiro Touna (YN. Ladehu )






