​Konflik di PT. Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) Pomalaa Meluas ke Jalan Raya, Polisi: Situasi Sudah Kondusif

Kolaka, Sulawesi Tenggarabidikhukumnews.com

Situasi di lingkar tambang Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak mencekam pada Senin (22/6/2026). Sebuah video amatir yang merekam keributan massal di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) viral di media sosial dan memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat.

Tak hanya di dalam area perusahaan, ketegangan melebar hingga ke jalan raya Desa Sopura pada Senin malam. Sekelompok massa dilaporkan melakukan aksi penghadangan brutal terhadap pengguna jalan dengan mempersenjatai diri menggunakan senjata tajam (sajam).

Sajam Terhunus di Kawasan PT. Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP)

​Dalam rekaman video berdurasi singkat yang beredar luas, terlihat puluhan orang terlibat konfrontasi sengit di area yang diduga kuat merupakan lingkungan PT IPIP. Suasana tampak sangat memanas; massa saling berhadapan dengan tensi tinggi, dan beberapa di antaranya terlihat jelas mengacungkan senjata tajam.

​Meski sejumlah pihak di lokasi berupaya meredam situasi agar tidak pecah menjadi bentrokan berdarah, pemandangan tersebut telanjur menciptakan atmosfer teror bagi para pekerja dan warga sekitar. Hingga saat ini, akar penyebab dari keributan massal di raksasa industri nikel tersebut masih misterius.

Teror di Jalan Raya: Kaca Mobil Pecah, Warga Ketakutan

​Dampak dari memanasnya situasi ini langsung dirasakan oleh masyarakat sipil. Pada Senin malam, ruas Jalan Raya Desa Sopura sempat lumpuh dan dikuasai oleh sekelompok orang. Warga dan pengendara yang melintas terjebak dalam situasi mengerikan saat kendaraan mereka dihentikan paksa.

​”Sejumlah orang melakukan penghadangan terhadap kendaraan yang lewat. Beberapa kendaraan yang melintas dikabarkan mengalami kerusakan akibat aksi tersebut,” ungkap seorang sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Aksi anarkis ini bukan gertakan semata. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, satu unit mobil dilaporkan menjadi korban keganasan massa, di mana kaca bagian belakangnya hancur total diduga akibat hantaman benda tumpul atau tajam saat melintasi jalur tersebut.

​Masyarakat yang merasa hak keamanannya dirampas mendesak agar aparat penegak hukum tidak tinggal diam sebelum jatuh korban jiwa.

​Respons Kepolisian

​Guna memastikan kondisi terkini di wilayah hukum Kolaka, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang via pesan singkat WhatsApp.

​Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando Oktober, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa aparat kepolisian telah bergerak cepat mengamankan lokasi untuk mencegah konflik meluas.

​”Keadaan Sopura sekarang telah kondusif,” ujar AKP Fernando singkat saat dikonfirmasi, Senin malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kronologi resmi maupun rilis mengenai identitas kelompok yang bertikai, baik dari pihak manajemen PT IPIP maupun Polres Kolaka. Media ini akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menghimpun informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait demi menyajikan fakta yang utuh dan transparan kepada publik.

Reporter: Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan