Lumpur Sedimen Tambang PT. Vale Berulang Kali Terjang Sawah, Petani di Tiga Desa Petani,Keluhkan Kerusakan Parah

Pomalaa, Kabupaten Kolaka – Sulawesi Tenggarabidikhukumnews.com 12 November 2025 // Kejadian Pagi Tadi Bencana lingkungan akibat luapan lumpur sedimen tambang yang diduga kuat berasal dari aktivitas pertambangan PT Vale Indonesia Tbk (Site Pomalaa) kembali terjadi.

Pagi ini, masyarakat petani di tiga desa yang berada di area Ring Satu, yaitu Desa Huko-Huko, Desa Longori, dan Desa Pesouha, kembali mengeluhkan kerugian besar pada lahan pertanian mereka.

​Kejadian yang disebut sudah berulang kali ini memuncak pagi tadi, ketika fasilitas penampungan sedimen, yang masyarakat kenal sebagai cekdam, dilaporkan jebol.

Struktur cekdam yang dikerjakan oleh kontraktor Petrosea (dengan keterangan Posed Pond MHR 03) tersebut tidak mampu menahan volume air dan lumpur, menyebabkan material sedimen meluap dan langsung menerjang area persawahan warga.

​Dugaan Penyebab: Kelalaian Pembangunan Sedimen Pond
​Masyarakat Ring Satu menduga kuat bahwa keruhnya sungai dan kerusakan sawah yang berulang ini disebabkan oleh kelalaian dalam pelaksanaan proyek.

Mereka menyoroti bahwa aktivitas land clearing (pembukaan lahan) yang dilakukan oleh perusahaan tersebut diduga tidak diikuti dengan pembangunan Sediment Pond (kolam pengendap sedimen) yang memadai atau tuntas di awal pekerjaan.

“​Ini sudah kesekian kalinya. Kami menduga pihak PT Vale Site Pomalaa tidak serius dalam mitigasi lingkungan.

Bagaimana bisa cekdam jebol, dan kenapa pekerjaan land clearing tidak dibuatkan sedimen pond yang kokoh di awal? Kami sebagai petani yang menggantungkan hidup di sawah ini menderita kerugian terus-menerus,” ujar salah satu perwakilan petani yang enggan disebutkan namanya.

​Ancaman Gagal Panen dan Kerugian Material
​Dampak dari luapan lumpur sedimen ini sangat merugikan.
Lumpur yang dibawa material tambang menutupi dan merusak tanaman padi yang baru ditanam, mengancam gagal panen bagi ratusan hektare sawah di wilayah tersebut.

Selain kerusakan tanaman, sedimentasi yang tebal juga berpotensi menurunkan kesuburan tanah secara jangka panjang.

​Masyarakat mendesak agar pihak PT Vale Indonesia Tbk Site Pomalaa segera mengambil langkah tanggung jawab atas kerugian material yang dialami petani dan melakukan evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pembangunan dan pemeliharaan kolam sedimen.

Reporter: Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan