Pelepasan Siswa-siswi SMA Ma’arif Pacet, Berlangsung Sederhana
“Suasana haru dan bangga menyelimuti pelepasan siswa kelas XII SMA Ma, arif Pacet yang digelar di area halaman Sekolah. Ma’arif Pacet. Pada rabu (13/mei/2026).
Tanpa kemewahan berlebih, prosesi kelulusan yang diikuti sebanyak 105 siswa ini berlangsung sederhana, namun tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, guru, maupun orang tua yang hadir.
Wajah-wajah bahagia bercampur haru terlihat sepanjang acara. Bagi para siswa, momen ini menjadi titik balik dari perjalanan tiga tahun di bangku sekolah menuju fase kehidupan yang lebih luas.
Kepala SMA Ma’arif Pacet. Iswan Shalawane.dalam sambutan nya. menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan.
“Hari ini bukan perpisahan, melainkan pencapaian. Ini awal dari perjalanan kalian yang sebenarnya,” kata Iswan.
Dari total 105, siswa yang dinyatakan lulus,
Menurut Iswan, capaian tahun ini tergolong membanggakan karena prestasi siswa tidak hanya terlihat dari sisi akademik, tetapi juga non-akademik.
Iswan juga berpesan agar para siswa tetap memegang nilai-nilai yang telah ditanamkan selama bersekolah.
“Jangan tinggalkan ibadah, hormati orang tua, dan jaga nama baik sekolah di mana pun kalian berada,” papar Iswan.
Ia pun menambah kan. Melaksanakan kegiatan diujung tahun. Pelepasan untuk kelas XII. Walaupun tadi nya dilaksanakan di hotel sangga Buana, karna ada surat edaran dari KDM. Tidak dilaksanakan seperti demikian, maka nya melaksanakan secara sederhana, rencana memangpaatkan potensi potensi yang ada di sekolah ini aja.
Iswan mengatakan kalau untuk target penerimaan sekarang kurang lebih Ada 14 orang, yang keluar 105 siswa dari 3 Romber. Kita menargetkan penerimaan 130 siswa.
Lanjut Iswan, kegiatan seperti ini bagi orang tua sangat diperlukan. Karna kesan yang terakhir buat anak anaknya, walaupun sedikit banyak nya Kontra Mungkin dengan keinginan dari pada orang tua. Untuk tetap diselenggarakan waloupun dilaksanakan sangat sederhana.
Harapan kami kedepan Gubernur Jawa barat tetap harus memandang suwasta sebagai sekolah memiliki kedudukan yang sama dengan Negri, dan bagaimana pun antara Negri dan Suwasta tujuan nya sama mencerdaskan kehidupan bangsa, saat ini se olah olah ada Gep antara Negri dan suwasta, dan ruang untuk suwasta mendapatkan perserta Didik sedikit banyak aga kurang sekarang.
Harapan dari kami tetap Negeri itu harus membatasi jumlah peserta didik dalam satu kelas 36 sesuwei dengan peraturan menteri,
Kemudian juga dari lomba nya harus di batasi, sehingga suwasta memiliki hak yang sama untuk mendapatkan siswa siswa baru nya, jelas Iswan shalawane.
Reporter: (HDS PW)







