Diduga Desa CimandeJaya Lalaikan Pelayanan publik

Bogor// Bidikhukum.news.com/   Negara Republik Indonesia menganut sistem demokrasi artinya Dari rakyat, Oleh rakyat dan Untuk rakyat, dimana rakyatlah memegang kekuasaan tertinggi. Konsep ini merupakan pola/patron dalam memberikan pelayanan publik. Hal ini sebagaimana sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 31 tentang pendidikan dan pasal 33 tentang kekayaan alam, selain itu ada lagi pasal pasal yang menyangkut tentang pelayan publik atau yang menjadi hak rakyat.

Dengan sendirinya jelas sudah bahwa secara menyeluruh pelaksanaan pelayanan publik adalah menjadi tanggung jawab pemerintah, Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk/masyarakat untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut.

Membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara dan penduduk Indonesia tentang peningkatan pelayanan publik yang akhir akhir ini semangkin menjadi perhatian umum.

Namun sayang hal itu diduga tidak diindahkan oleh pemerintahan, Desa Cimandejaya,Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa barat, pasalnya ketika rekan media berkunjung kedesa tersebut mendapatkan warga hendak mengurus surat yang sangat penting dikantor tidak, ada kepala desa, tidak ada sekertaris desa, bahkan staf desa.tidak pada masuk,dengan muka lesu warga yang hendak mengurus surat balik lagi karna tidak ada pelayanan, padahal hari kerja, tepat jam 10,15 wib,

Miriiss lagi rekan dari media 3 hari berturut, turut soan ke desa cimande jaya, untuk mengkonfirmasi terkait bendera merah putih yang terpasang dikiri kanan kantor yang sudah usang, lusuh,sobek,masih terpasang,tidak ada yang bisa dikonfirmasi.

Pahadahal itu sudah diatur dalam pasal 24 uu nomor 24 tahun 2009 Dilarang mengibarkan, bendera rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.

Erlan selaku sekdes cimandejaya ketika konfirmasi awak media melalu pesan whatsapp jumat 11/8/2023 kades, sekdes tidak selalu ada ditempat mengatakan, hari selasa sy nyiapin, acara pawai ta, aruf, rabu, pawai ta, aruf sekaligus pembukaan MTQ pulang langsung kurang sehat, pa tadi tdi k pemda maksain karna ada yang penting.

Saat disinggung minimal staf harus ada dikantor untuk pelayanan.iya saya sudah perintahkan untuk pada ngantor, apa lgi bagian pelayanan, klo bagian yg lain ada yg ijin ke upt, da juga yg ngontrol pembangunan jalan,ucap sekdes.

Hal ini udah sewajarnya camat caringin memberi teguran.jangan sampai ada kesan lemah monitoritoring,dan menjadi edukasi buat kades, kades yang ada kecamatan caringin,padahal berita terkait bendera pernah viral dikecamatan caringin, mungkin sekarang terulang lagi,apa lagi sekarang mau menghadap peringatan 17agustus 1945 yang ke 78 babinsa babinmas harus memberi teguran saat melihat bendera sobek kusut, kusam, masih dipasang apa lagi dikantor pemerintahan,

( Nourman ) Koordinator Investivigasi