Usai Penganiayaan dan Perampasan Motor, Masyarakat Bogor Siap Gelar Aksi Besar-Besaran Lawan Oknum Matel
Bogor – bidikhukumnews.com || Masyarakat Bogor kini berada di titik puncak kemarahan. Setelah insiden penganiayaan dan pengeroyokan terhadap warga yang diduga menunggak cicilan kendaraan, yang kemudian berujung pada perampasan paksa motor di jalan raya, gelombang perlawanan besar sedang dipersiapkan.
Paguyuban masyarakat Bogor, organisasi-organisasi sipil, komunitas bela diri, hingga tokoh-tokoh pemuda akan turun langsung melakukan aksi sweeping besar-besaran terhadap oknum matel (mata elang) dan debt collector (DC) yang beroperasi tanpa prosedur hukum yang sah. (11/06/25).
Cukup sudah rakyat jadi korban. Kali ini kami yang bergerak. Akan kami datangi satu-satu, kami sweeping hingga ke markas-markas mereka!” tegas salah satu koordinator aksi.
Aksi ini bukan semata bentuk protes, melainkan seruan perang moral dan keadilan terhadap praktik liar penagihan utang yang tidak manusiawi. Pengambilan kendaraan secara paksa di jalan tanpa surat tugas resmi, tanpa pendampingan aparat, adalah tindakan premanisme berkedok hukum.
Aksi ini akan mencakup:
Sweeping jalanan di wilayah Ciawi, Tajur, Bogor Kota, hingga Gadog.
Patroli sipil oleh komunitas bela diri dan pemuda.
Penelusuran hingga ke tempat berkumpul atau markas para oknum DC liar.
Koordinasi dengan lembaga advokasi dan tokoh masyarakat.
Tegas dikatakan: jika aparat diam, rakyat akan bergerak.
Seruan untuk Semua Warga Bogor: Bersatu, solid, dan waspada. Dokumentasikan setiap kejadian, bantu sesama jika melihat perampasan liar. Jangan biarkan jalan raya menjadi ladang premanisme.
Bogor milik rakyat, bukan milik oknum matel.
Reporter: Salam







