Diduga Rem Blong! Truk Pengangkut Tanah Seruduk Pedagang Kaki Lima di Pertigaan Trotowar Cibadak–Pelabuhanratu
Sukabumi – bidikhukumnews.com
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Selasa (4 November 2025) siang. Sebuah truk pengangkut tanah yang melaju dari arah Cikembar–Pelabuhanratu menuju Cibadak, diduga mengalami rem blong, hingga menabrak gerobak pedagang mie ayam di kawasan pertigaan Cibadak–Pelabuhanratu.
Berdasarkan hasil keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, truk bermuatan tanah yang hendak menuju ke proyek pembangunan jalan tol di wilayah Sukabumi itu diduga mengalami kegagalan sistem pengereman (rem blong). Sopir truk sempat berupaya menghindari tabrakan besar dengan membanting setir ke arah bahu kiri jalan (trotoar), tempat di mana terdapat pedagang kaki lima mie ayam sedang berjualan.
Truk akhirnya baru bisa berhenti setelah menabrakkan bagian depan kendaraan ke tiang listrik dan tiang jaringan internet, yang berada tidak jauh dari posisi pedagang tersebut.
Seorang saksi mata, petugas parkir yang berjaga di sekitar lokasi,
Mengungkapkan bahwa kendaraan awalnya melaju pelan sebelum akhirnya kehilangan kendali dan melaju kencang.
“Saya tahu itu rem blong. Tadinya pelan, lama-lama makin cepat. Saya di tengah jalan lagi ngatur parkir, langsung loncat sambil teriak, ‘awas rem blong!’ ke orang-orang,” ungkapnya dengan nada panik saat dijumpai awak media, bidik hukum nasional di lokasi.
Menurut impormasi di TKP, Akibat kejadian tersebut, pasangan suami istri pedagang mie ayam yang tengah berjualan di tepi jalan Sampai tertabrak hingga masuk ke kolong truk bersama gerobak dagangannya.
Beruntung Korban Selamat, berkat reaksi cepat warga sekitar dan rekan juru parkir, kedua korban berhasil dievakuasi dari kolong kendaraan dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Alhamdulillah, kami semua di sini langsung bantu. Korban dua-duanya bisa tertolong dan dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah, mereka selamat,” tambah saksi yang enggan disebut namanya.
Pihak Satlantas Polsek Cibadak turun langsung kelokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan guna penyelidikan lebih lanjut, termasuk dugaan adanya kelalaian teknis atau human error.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi para sopir angkutan proyek, khususnya kendaraan bermuatan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan—terutama sistem pengereman—dalam keadaan prima sebelum beroperasi di jalur padat lalu lintas.
Reporter: SR







