Gedor Kejagung dan Mabes Polri, HMI MPO Jilid II: “Jangan Lindungi HFA, Bongkar Gurita Nikel Ilegal Eks PT PCM!”
Gelombang perlawanan terhadap mafia tambang di Sulawesi Tenggara memasuki babak baru. HMI MPO Cabang Kendari bersama Konsorsium Mahasiswa Jakarta kembali turun ke jalan dalam Aksi Demostrasi Jilid II. Kali ini, massa aksi membawa narasi yang lebih radikal dan menuntut ketegasan dari Kejaksaan Agung RI serta Mabes Polri untuk segera menyeret aktor intelektual berinisial HFA yang namanya mentereng dalam fakta persidangan kasus korupsi ore nikel.
Mahasiswa menilai, vonis terhadap para terdakwa terdahulu hanyalah taktik “potong ekor” untuk menyelamatkan para elit penikmat aliran dana siluman seberat 15.540 WMT ore nikel ilegal dari wilayah eks IUP PT PCM.
”Kami kembali dengan massa yang lebih solid pada Aksi Jilid II ini karena kami mencium bau amis tebang pilih! Putusan pengadilan kemarin jangan dijadikan tameng untuk menghentikan kasus. Nama HFA jelas disebut memegang peran, kenapa sampai hari ini Mabes Polri dan Kejagung RI seperti macet di tempat? Tidak boleh ada yang kebal hukum!” teriak Gito Roles, Koordinator Lapangan, di tengah kepungan massa aksi.
Fakta Sidang PT AMIN: Pintu Masuk Gurita Korupsi
Dalam orasinya, Gito menegaskan bahwa penambangan ilegal berskala masif di Kabupaten Konawe Utara tidak mungkin berdiri sendiri tanpa adanya sokongan sistemis atau backing kuat. Transaksi belasan ribu metrik ton nikel hasil jarahan dari lahan eks PT PCM menjadi bukti tak terbantahkan adanya konspirasi yang rapi.
HMI MPO Kendari menyatakan, fungsi mahasiswa adalah sebagai instrumen kontrol publik (social control). Jika aparat penegak hukum (APH) menutup mata dari fakta sidang perkara PT AMIN, maka mahasiswa yang akan memaksa hukum itu ditegakkan
Aksi Jilid II ini ditegaskan bukan akhir dari pergerakan. Mahasiswa mengancam akan terus melipatgandakan jumlah massa jika dalam waktu dekat Kejaksaan Agung dan Mabes Polri tidak menunjukkan progres signifikan terkait pemeriksaan nama-nama baru, khususnya HFA.
”Bongkar mafia nikel! Selamatkan negeri! Tanpa keadilan, tidak akan pernah ada kepercayaan dari rakyat kepada penegak hukum. Kami akan kawal sampai tuntas!” tutup Gito dalam orasinya yang membakar semangat massa.
Reporter: Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan







