DiKecam Keras JMSI Proyek Strategis Nikel Kolaka Smelter Dicurigai Asal-asalan Lumpur Sedimen Merengut Nyawa Lahan Petani


Sulawesi Tenggara- bidikhukumnews.com Hadirnya Proyek Strategis Nasional ( PSN ) di dunia pertambangan Nikel di Kecamataan Pomalaa Kabupaten Kolaka menyisahkan duka pilu bagi para petani padi.

Puluhan Hektar Sawah di Desa Lamedai Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka terendam banjir akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi, sedimen lumpur setinggi betis menutupi area pesawahan.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia ( JMSI ) Kolaka Raya melalui press relasenya mengungkapkan bahwa banjir yang menggenangi area persawahan masyarakat Desa Lamedai merupakan kejadian yang pertama kali terjadi sejak didirikannya Proyek Strategis Nasional ( PSN ) pembangunan Smelter di Kecamatan Pomalaa diduga dilakukan Secara Asal asalan.

“ ini sejarah pertama kali terjadi banjir hingga menggenangi area persawahan masyarakat desa Lemedai. Puluhan Hektar sawah terdampak banjir,” ucap Andri Ovianto. Senin, 11/11/2025.

limbah lumpur sedimen tambang berpotensi sangat berbahaya. Bahaya utamanya berasal dari potensi kandungan bahan beracun dan berbahaya (B3), terutama logam berat, serta dampak fisik terhadap lingkungan.

Berikut adalah penjelasan mengenai bahaya tersebut:
Kandungan Bahan Berbahaya
Limbah lumpur dan sedimen dari kegiatan pertambangan sering kali mengandung kontaminan yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan makhluk hidup.

Logam berat:

Limbah ini dapat mengandung logam berat seperti merkuri, arsenik, timbal, dan kadmium, yang bersifat beracun dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan.

Bahan kimia: Proses penambangan sering menggunakan bahan kimia seperti sianida atau sulfat, yang jika tidak dikelola dengan benar dapat mencemari air dan tanah.

Air asam tambang: Limbah cair dari tambang bisa bersifat sangat asam (pH rendah), yang dapat melarutkan logam berat dari batuan di sekitarnya dan mencemari sumber air.

Lanjut, Kehadiran PSN seharunya memberikan dampak positif khsusunya bagi petani bukan justru memberikan luka yang mendalam. Kita mendukung investasi tapi bukan malah menyengsarahkan masyarakat yang berada di sekitar lingkar PSN.

“ kami sangat mendukung investasi, kami tidak menolak hilirisasi. Tetapi pihak investor juga harus memberikan dampak yang positif kepada warga yang berada di sekitar lingkar PSN,” ungkapnya.

Menurut Andri sapaan akrabnya, sejak Hadirnya PSN di Kabupaten Kolaka khususnya di bagian selatan. Sejumlah area persawahan terkontaminasi lumpur Sedimen berwarna merah yang di duga kuat berasal dari area pertambangan dan pembangunan smelter.

“ seminggu lalu air di sungai di desa Oko-oko berwarna merah akibat luapan tanah merah yang terbawah air hujan. Bahkan bererap Desa seperti Desa Lamoiko, Pewisoa Jaya mereka juga terkena dampak banjir. Ini menandakan bahwa kehadiran PSN justru membawah bencana bagi masyarakat yang berada di area lingkar PSN,” ketusnya.

Dirinya juga meminta agar Pihak Perusahan bisa memberikan solusi yang terbaik agar kejadian yang sama tidak terulang saat musim hujan tiba. Sehingga masyarakat bisa nyaman.

“ Sekarang musim hujan, jika tidak di atisipasi dengan cepat banjir besar akan terulang kembali. PSN jangan melenggang diatas penderitaan yang di alami masyarakat. Bukti nyata harus di berikan pihak perushaan kepada masyarakat,” tutup Ketua JMSI Kolaka Raya, Andri Ovianto

Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan

bidikhukumnews.com